Orang-orang yang paling berbahagia
tidak selalu memiliki hal-hal terbaik,
mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik
dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya . . .



   PREVIOUS POSTS


+ Lepaskan Hidup Kita Dari Belenggu Target
+ Bismillah..Mohon Do'a restu yaa...
+ Janji Suci
+ Sampai Menutup Mata
+ Istikharah Cintamu
+ My Name Is . . .
+ Perkenankanlah Aku Mencintai-Mu Semampuku
+ Thank You Allah . . .
+ Your Guardian Angel
+ Hmmm...

   RECENT COMMENTS

 

   ARCHIVES


Category

+ Cerita + Computer + Iseng + Link +
+ Movie + Muhasabah + Quiz +
+ Religy + Tips + Travelling +

   BLOG ROLL

 

hoshiZora Family

+ Aji Mahwiar 'Neno' Putri
+ Ananda Setiyo Ivannanto
+ Atika Kurnia Sari
+ Dinna Nur Damayanti
+ Dissa Ahdanisa
+ Diyan Fariha Rosyidah
+ Megarini Puspasari
+ Nawri Yulan Yulinda
+ Nila Raufanza
+ Nur Atma Setiawan
+ Reky Martha Groendal
+ Rian (Aya) Indriani
+ Rian (Aya) Indriani New
+ Virgy Agita Sari
+ Sahal Arafat Zain


Seveners

+ Planet Seveners Blog
+ koran.seveners.com
+ Amudiono, Spd.
+ Andityo Nurwanto, ST
+ Bandono,Drs.,MM.
+ Bimo Nur Abiantoro
+ Delta Fitriana
+ Ibnu Rezza
+ Imam Masrur Syatibi
+ Muhammad Hamid
+ Muhammad Nordin Salam
+ Primantoro Nur V.
+ Puji Suharjoko, Drs.
+ Redy Basuki
+ Tharayudi Kusuma
+ Thomas A. Setiyawan
+ Yan Arief Purwanto


Tjakra 2002

+ Tjakra's Unofficial Blog
+ Adhy S. Bramantyo
+ Andhika Sahadewa
+ Bayu Suardi
+ Dyan Garneta
+ Gunawan "Igun" Prasetia
+ Prabandana
+ Putri Palupi
+ Sahal Arafat Z
+ Salim A. Fillah


Friends

+ Ahmad Fajrul Falah
+ Andhyka Muttaqien
+ Anggita Dian Cahyani
+ Anggita Dian Cahyani(New!)
+ Astri I'it Rachmawati
+ Bety Ria Sersana
+ Eppo Fahmi
+ Faricha Zein
+ Istiqomah Isti
+ Manda Firmansyah
+ Yan Restu Freski
+ Yusuf Masykuri
+ Zaenal MITM
+ Zainul Amin

   LINKS

  

Affiliations :


ISLAMIC :




Ahmad Bukhori's Facebook Profile

Visitors :

Monday, July 12, 2010

Lepaskan Hidup Kita Dari Belenggu Target

Menetapkan sasaran/target mungkin bagus. Tapi membiarkan sasaran anda mengambil alih kendali atas kehidupan anda, justru dapat menghancurkan anda. Bebaskan diri dari tirani sasaran dan rencana, demi hidup bahagia.

Banyak orang sukses dan kaya mengatakan"Saya menulis sasaran beberapa tahun lalu dan telah mencapai semuanya. Sekarang saya malah merasa lebih buruk daripada sebelum mencapainya". Mungkin ada sebagian kita yang mengalami hal seperti ini. Kita selalu mengejar titik-titik sasaran tanpa akhir. Masalahnya, kita jadi lupa untuk menikmati proses mencapai sasaran itu, dan sasaran itu kita jadikan harga mati untuk dikejar mati-matian.

Sasaran menunjukkan titik akhir yang didefinisikan dengan jelas, bukan petualangan dalam mencapainya. Sasaran tidak melibatkan kepuasan; karena bersifat logis, terencana dan berorientasi otak kiri.

Berhentilah menjadi "pengejar sasaran", kata Stephen M. Shapiro, nikmatilah perjalanan dan petualangan dalam proses mencapai tujuan hidup kita. Jadilah "pengikut arus" (istilah ini bukanlah untuk orang tanpa pendirian seperti konotasi selama ini). Pengikut Arus adalah orang yang menjalani hidup dari pengalaman, bukan pencapaian. Yang dimaksud adalah orang yang dikendalikan oleh minat. Inilah orang yang "bebas-sasaran" (goal-free). Mereka hidup bebas dari cekikan sasaran yang mencengkeram begitu banyak orang. Mereka hidup berdasarkan pengalaman pada setiap momen. Sebuah kehidupan yang mereka rancang sendiri, bukan ditentukan oleh masyarakat. Mereka sangat menghargai keberadaan diri mereka hari ini; mereka menghindari kekhawatiran akan hari esok.

Ketimbang mengejar sasaran secara membabi buta, Stephen M. Shapiro menyarankan untuk menemukan tujuan yang sesuai ASPIRASI kita.

Aspirasi, di pihak lain bersifat emosional, intuitif, berdasarkan pengalaman dan berorientasi otak kanan. Aspirasi membantu kita menemukan makna melalui pemahaman tujuan. Sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Kita memerlukan keduanya, sasaran tanpa aspirasi sering menimbulkan putus asa. Ada potensi sukses, tetapi melibatkan sedikit minat. Mencapai sasaran tidak berarti anda meraih kebahagiaan. Aspirasi tanpa sasaran pun dapat menuntun kehidupan tanpa tujuan. Kuncinya adalah memiliki keseimbangan antara sasaran dan aspirasi, dan memiliki hubungan yang benar dengan sasaran anda.

Aspirasi menghembuskan kehidupan ke dalam aktivitas kita. Aspirasi bukanlah tempat yang harus dituju. Aspirasi lebih sebagai konteks untuk menciptakan eksistensi yang kuat di saat ini. Cukup baik jika aspirasi didukung oleh sasaran dalam dosis kecil. Kadang-kadang anda perlu menggunakan goal-free (bebas-sasaran) dan berfokus pada sasaran secara bergantian. Kuncinya adalah, yakinlah untuk terhubung dengan sasaran dengan cara yang sehat.

Berikut ini adalah delapan rahasia kehidupan bebas sasaran (Goal-Free Living):

1. Gunakan kompas, bukan peta (Use a compass, not a map)
---have a sense of direction (not a specific destination), and then “meander with purpose.”

2. Percayalah bahwa anda tidak pernah tersesat (Trust that you are never lost)
---every seemingly wrong turn is an opportunity to learn and experience new things.

3. Ingatlah bahwa kesempatan sering datang, tetapi terkadang secara diam-diam (Remember that opportunity knocks often, but sometimes softly)
---while blindly pursuing our goals, we often miss unexpected and wonderful possibilities.

4. Syukurilah apa yang anda miliki (Want what you have)
---measure your life by your own yardstick and appreciate who you are, what you do, and what you have . . . now.

5. Carilah petualangan (Seek out adventure)
---treat your life like a one-time-only journey, and revel in new and different experiences.

6. Jadilah magnet manusia (Become a people magnet)
---constantly attract, build, and nurture relationships with new people so that you always have the support and camaraderie of others.

7. Terimalah keterbatasan anda (Embrace your limits)
---transform your inadequacies and boundaries into unique qualities that you can use to your advantage.

8. Remain detached.
---focus on the present, act with a commitment to the future, and avoid worrying about how things will turn out.



GOAL-FREE LIVING (Stephen M. Shapiro)

We are taught from a young age that in order to achieve great success we must set and achieve our goals. However in doing so, we become focused on where we are going rather than enjoying where we are right now. We sacrifice today in the hope that a better future will emerge, only to discover that achievement rarely leads to true joy. Goal-Free Living presents an alternative philosophy – that we can have an extraordinary life now, all without goals and detailed plans. By living for each moment, it’s possible to have a successful life and follow your passions at the same time.

This amazing book shares the personal discovery of consultant Stephen Shapiro, for whom professional success was often achieved – yet personal satisfaction remained elusive. He wanted to escape the treadmill of chasing his goals, and to find a way to make his life truly rewarding. So over ninety days, he drove 12,000 miles and interviewed 150 extraordinary people from all walks of life to learn how they lived fulfilling, happy lives. Along the way, he discovered the eight secrets to living life free from the constant pressure of goals:

* Use a compass, not a map
* Trust that you are never lost
* Remember that opportunity knocks often, but sometimes softly
* Want what you have
* Seek out adventure
* Become a people magnet
* Embrace your limits
* Remain detached

Goal-Free Living offers practical guidance on putting these valuable lessons to work in your own life every day. Take them to heart and you’ll be free of the tyranny of goals-and experience a life truly worth living.


Ref: Goal-Free Living (Stephen M. Shapiro); Badroni Yuzirman's blog

Labels: ,

Wednesday, May 05, 2010

Bismillah..Mohon Do'a restu yaa...




Dengan niat suci untuk beribadah kepada Allah S.W.T. yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan serta mengikuti Sunnah Rasul dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, perkenankanlah kami:

A S T R I . R A C H M A W A T I
Putri ketiga Bapak M.A.S Soekotjo Wirjoesudarmo dan Ibu Musriati H. Sofyan

dengan

A H M A D . B U K H O R I 
Putra kelima Bapak Sjamsuddin dan Ibu Siti Asiyah

Insya Allah akan melangsungkan aqdun-nikah dan walimatul ursy pada hari, jam, dan tanggal berikut.

Akad Nikah
Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Juli 2010
Pukul : 09.00-10.00
Tempat : Auditorium LPP Yogyakarta
Jl. Jend. Urip Sumoharjo 100 Yogyakarta (Jl. Solo, Barat Empire XXI)

Walimatul Ursy
Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Juli 2010
Pukul : 11.00-13.00

Tempat : Auditorium LPP Yogyakarta
Jl. Jend. Urip Sumoharjo 100 Yogyakarta (Jl. Solo, Barat Empire XXI)


kami yang berbahagia,
Kel. M.A.S Soekotjo Wirjoesudarmo - Musriati H. Sofyan &  Kel. Sjamsuddin - Siti Asiyah
Rachmawati - Bukhori

* * *
kunjungi website "Album Pernikahan Rachmawati & Bukhori" di :

Labels:

Sunday, April 18, 2010

Janji Suci

“Dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan ku sampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini

Dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan ku sampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini…

Aku ingin mempersuntingmu
‘tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
ku takkan mengulang ’tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu…”

* * *

"Janji Suci" by Yovie & Nuno

[MS.18.04.10]

Labels: ,

Monday, April 12, 2010

Sampai Menutup Mata

Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi

Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata
Cintaku sampai ku menutup mata

Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

* * *
performed by : Acha Septriasa
lyric : Melly Guslow

Labels: ,

Tuesday, April 06, 2010

Istikharah Cintamu

Semuanya berawal dari kedua mata
Ketika engkau hanya berani mencuri pandang wajahku disana
dengan pakaian yang tak kubiarkan auratku terbuka
karena memang tak selayaknya bisa dipandang oleh sembarang mata
maka seiring perjalanan masa
kaumulai beranikan diri tuk bertanya
tuk selanjutnya berbagi cerita
telah kaukatakan kepadaku semenjak awal mula,
bahwa engkau adalah lelaki ibumu sepanjang masa
sebagai wujud bakti sebagaimana Rasul telah bersabda “Ibumu, Ibumu, Ibumu !”
begitulah dalam sebuah hadits yang kaubaca. “Lalu Ayahmu !”
sebagai kelanjutan ucapan dari lidah yang mulia.

dan sebuah jawaban dariku pun membuatmu lega
Aku berkata bahwa lebih baik memiliki suami yang berbakti daripada yang durhaka
Aku berkata bahwa lebih baik memiliki suami yang dermawan daripada bakhil harta
Aku berkata bahwa lebih baik memiliki suami yang tabah (dapat menahan diri), yang jujur (dalam kata dan perbuatan),  yang taat beribadah, yang menafkahkan harta (di Jalan Allah), dan yang berdoa memohon ampunan sebelum fajar tiba.

Aku berkata bahwa sosok yang terlihat sempurna dan tampak indah seperti orang yang bergelimang harta, berkedudukan tinggi, berkarir cemerlang, berparas elok rupawan, bersuara merdu, dan tampilan-tampilan elok duniawi lainnya,
 tidaklah selalu menjadi parameter mutlak tuk dijadikan kriteria dalam memilih pendampingku nantinya, kriteria yang kata orang dapat membuat ku bahagia.
Padahal belum tentu seperti itu juga adanya, karena belum tentu juga hal-hal yang menjadi tampak indah bagi manusia kecintaan kepada yang diingininya tersebut adalah yang akan membahagiakan kita, karena hanya kepada Allah lah tempat kembali terbaik, dimana keindahan dan kebahagiaan sejati itu hanya bisa didapatkan.

Aku juga berkata bahwa aku mempunyai harapan bahwa pendampingku kelak adalah orang yang bisa membuatku bahagia. Aku pernah berkata ingin segera menikah sebagai suatu rencana bila kelak Allah mempertemukanku dengan jalan pilihan Nya
agar mampu menjaga kemurnian dan kesucian niatku dalam mewujudkan berbagai cita serta menjadikanku lebih kuat kala cobaan dan ujian datang menerpa,
karena akan ada seseorang yang Insya Allah akan mendampingi senantiasa.

Engkau pernah berkata kepadaku bahwa yang harus aku tahu adalah bahwa engkau adalah lelaki biasa, yang segala kelebihan dan kelemahan pastilah kaupunya.
Engkau pernah berkata bahwa engkau sekarang sudah lulus kuliah
saat ini pun engkau sudah memiliki ma’isyah (penghasilan), yang bahkan jauh sebelum kelulusan kuliahmu pun sudah lebih dulu kaudapatkan ma’isyahmu yang Alhamdulillah lebih dari cukup bagimu

Dan teman-teman mu pun berkata, bahwa sudah waktunya bagimu mencari ‘Aisyah
yang mungkin dengan simpanan yang ada cukuplah untuk sebuah walimah
tentu saja yang sederhana dan bukan yang meriah
dan Engkau pun berkata bahwa belum sanggup untuk menyediakanku sebuah rumah karena itu kauberpikir untuk mengontrak dulu sajalah….

Suatu ketika, ketika aku bertanya tentang poligami, kaujawab bahwa itu adalah ketentuan Ilahi. Tentu saja engkau menyetujui, lantas aku bertanya apakah engkau akan melakukannya suatu saat nanti, lalu kaujawab, apa mungkin bila adil sebagai syarat utama tak mampu kaumiliki
Aku tersenyum di mulut atau mungkin sampai ke hati
Sambil mengakui bahwa diriku belum bisa menerima bila hal itu terjadi dan diriku juga tak bisa menyamai Saudah binti Zam’ah istri nabi yang tulus ikhlas kepada ‘Aisyah dalam berbagi

Suatu ketika giliran engkau bertanya tentang kemampuan ku bertilawah
Aku menjawab aku bisa walau tak mau dibandingkan dengan para Qori’ah
Karena aku merasa masih banyak berbuat salah dalam mengucap hukum tajwid dan huruf huruf hijaiyah
Insya Allah kita kan bersama sama belajar bila kelak kita menikah
untuk mewujudkan keinginanku agar bisa menerangi setiap ruang rumah
dengan alunan suara Al-Qur’an yang merupakan ayat ayat Qauliyah
dari situ mungkin kita bisa membaca ayat ayat Kauniyah

Untuk memastikan keyakinanmu untuk menikah aku pun mengundangmu tuk datang ke rumah sebagai awal perkenalan dengan Bunda dan Ayah. dan sebuah titik temu tercapailah istikharah mencari jawaban tuk menggapai Alhub Fillah wa Lillah
Dalam Do’a kau bersimpuh pasrah memohon datangnya jawaban kepada sang Pemberi Hidayah
Bila jawaban itu masih menggantung di langit, maka turunkanlah
Bila jawaban itu masih terpendam di perut bumi, maka keluarkanlah
Bila jawaban itu sulit kauraih, maka mudahkanlah
Bila jawaban itu masih jauh, maka dekatkanlah


Teruntuk Calon Suamiku
Terimakasih atas sebuah Ta’aruf yang indah
bila datang jawaban itu, kumohon agar memanggilku dengan sebutan 
“Adhek”


* * *
[18.03.2010.18:40pm]

Labels:

© 2009 bukhoryART Creative Blog's Design | All Right Reserved